Pertanyaan istri
Suatu hari istri saya pernah bertanya, “Mas, mas milih dicintai atau mencintai?” Dengan tegas dan segera saya jawab “Mencintai”.
Kira-kira, jika Anda mendapat pertanyaan demikian, apa jawaban Anda ? dan apapun jawaban Anda itu hak Anda dan saya menghargainya.
Sudah seharusnya sebagai manusia dewasa, jawaban saya harus beralasan. Dan istri saya pun memang menanyakan alasanya “Kenapa?” dan dengan tegas dan segera saya menjawab, lagi, pertanyaan itu “Karena itu sudah kewajiban saya”.
Belajar dari alamÂ
Jika kita mencoba melihat mendengar dan merasakan, saat ini manusia kekurangan kasih sayang.
Tanpa bermaksud sok bijaksana apalagi menggurui, mari kita belajar kasih sayang dengan mengamati makhluk hidup di sekitar kita. Coba amati bagaimana induk kucing menjilati anaknya, menyusuinya, membersihkan dari kotoran. Coba amati bagaimana induk ayam membela anaknya, melindungi dari ayam yang lain. Juga coba amati bagaimana induk burung seharian mencari makan buat anaknya.
Padahal, kucing, ayam, dan burung itu tidak mengerti bagaimana anaknya akan balas budi. Apa yang mereka lakukan adalah insting binatang. Sedangkan kita manusia memiliki lebih dari itu, kita memiliki akal dan perasaan.
Saya mencintai istri dan anak saya tanpa peduli apakah mereka akan membalasnya, karena pada prinsipnya itu bukan urusan saya, melainkan urusan Alloh SWT, yang berkuasa atas setiap hati manusia.
Tapi juga merupakan kewajiban saya mendidik dan mengajari mereka apa-apa kewajiban mereka, sebagi salah satu bukti saya mencintai mereka.
jawaban yang tepat
Jadi, jawaban yang tepat dari “Mencintai atau dicintai?” adalah “keduanya”. Karena jika kita mencintai dengan benar, kita juga akan dicintai secara otomatis. Andaikata kita sudah berusaha mencintai dengan benar tapi kita tidak dicintai, itu bukan urusan kita, melainkan urusan Alloh SWT yang menciptakan kematian dan kehidupan. Yakinlah amal ibadah kita tidak akan tertukar.
Sekian, semoga sedikit tulisan saya bermanfaat, terutama bagi saya sendiri yang masih dan terus belajar.
Salam,
Nashroulloh
Komentar Terakhir